Jumat, 19 Juni 2009

DEPRESI

DEPRESI

Depresi adalah defisiensi norepinefrin (NE) dan atau serotonin (ST) dalam otak, atau suatu kondisi medis-psikiatris dan bukan sekedar suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Depresi merupakan suatu penyakit yang melibatkan tubuh, perasaan, dan pikiran. Penyakit ini mempengaruhi cara makan, tidur, mempengaruhi penilaian kita terhadap diri sendiri, dan mempengaruhi penilaian kita terhadap sekitar. Gejala lain yang berkaitan dengan suasana perasaan depresi adalah gejala anhedonia yaitu suatu ketidakmampuan untuk mendapatkan kenikmatan dari sesuatu yang sebelumnya telah disenangi. Hal ini berbeda dengan rasa sedih atau sedang tertekan untuk beberapa jam atau beberapa hari. Ini merupakan kondisi yang tidak dapat di hilangkan begitu saja.

Sekitar 10% orang yang mengunjungi dokter untuk keluhan psikisnya sesungguhnya menderita depresi.
Depresi mulai timbul pada usia 20, 30 atau 40 tahun.
Suatu episode depresi biasanya berlangsung selama 6-9 bulan, tetapi pada 15-20% penderita bisa berlangsung sampai 2 tahun atau lebih.
Episode depresi cenderung berulang sebanyak beberapa kali.
Depresi situasional adalah depresi yang terjadi setelah suatu peristiwa traumatik, seperti kematian orang yang dicintai.
Holiday blues adalah depresi yang terjadi ketika sedang berlibur atau merayakan sesuat, bersifat sementara.
Depresi endogenous adalah depresi tanpa penyebab yang pasti.

Sigmund Freud, bapakpsikologi modern, melihat depresi sebagai reaksi terhadap kehilangan.Freud sampai pada kesimpulan depresi sebagai kehilangan melalui
pengamatan terhadap kesamaan antara perasaan berkabung - sebuah
reaksi normal terhadap kehilangan seseorang yang sangat dekat dengan
kita - dan depresi. Tetapi dalam banyak kasus lainnya, ternyata
ketika orang merasa depresi, tidak ada kehilangan yang jelas dalam
hidup mereka. Namun selanjutnya Freud menyimpulkan bahwa kehilangan
yang dimaksud tidaklah perlu kehilangan yang benar-benar nyata,
mungkin saja kehilangan tersebut berupa kehilangan status atau
harapan atau citra diri pribadi.

Ada tiga area yang dapat membantu untuk menarik diri kita
dari lubang depresi atau ketakutan yang berlebihan : yaitu kegiatan
atau tindakan yang kita lakukan, pikiran kita dan sistem pendukung
yang kita miliki. Depresi ataupun ketakutan akan mencoba
menenggelamkan kita ketika kita berusaha mengatasi krisis yang kita
hadapi, dan kita perlu mewaspadai hal ini. Ketika kita merencanakan
untuk melakukan sesuatu untuk menghadapi krisis pikiran depresif akan
melemparkan blok-blok penghambat dijalan perubahan, mengisi pikiran
kita dengan pikiran yang suram, negatif dan pesimis : "Tidak ada
gunanya mencoba hal itu"; "Hal itu tidak akan membuat perbedaan".
Pemikiran-pemikiran seperti itu menghambat kita dari kesempatan untuk
menggunakan sumber daya kita sendiri dan untuk mulai masuk kedalam
jalan perubahan menuju realitas baru yang kita harapkan.

Bentuk-bentuk Depresi

Maxmen (1986) mengklasifikasikan depresi dalam empat model yaitu:

  • Depresi model endogenus dan reaktif. Depresi endogenus adalah depresi yang sumbernya karena faktor biologis sedangkan depresi reaktif bersumber karena faktor-faktor psikologis.
  • Depresi model primer dan sekunder. Depresi primer tidak didahului oleh suatu penyakit, sedangkan depresi sekunder didahului oleh penyakit fisik atau penyakit mental.
  • Depresi model unipolar dan bipolar. Depresi bipiolar mempunyai riwayat episode mania atau hipomania, sedangkan depresi unipolar tidak mempunyai sejarah episode mania atau hipomania.
  • Depresi model psikotik dan depresi neurotik. Depresi psikotik adalah depresi yang parah sedangkan depresi neurotik adalah depresi yang lebih ringan.

Martin (dalam Hadi 2004), menyebutkan ada tiga jenis depresi, yaitu

  1. Depresi eksogenus, adalah depresi yang terjadi karena faktor dari luar, seperti “kehilangan” sesuatu atau seseorang
  2. Depresi endogenus, adalah depresi yang terjadi karena faktor dari dalam, seperti gangguan hormon, gangguan kimia dalam otak atau susunan saraf
  3. Depresi neurotik, adalah depresi yang terjadi apabila depresi reaktif tidak terselesaikan secara baik dan tuntas. Depresi ini merupakan respon terhadap stres dan kecemasan yang telah ditimbun dalam waktu yang lama.

PENYEBAB DEPRESI :

Ada dua penyebab depresi yaitu endogen serta eksogen. Depresi endogen merupakan depresi yang disebabkan dari dalam, sedangkan eksogen berasal dari luar atau kontribusi lingkungan. Untuk depresi endogen tidak ada cara lain selain menggunakan obat-obatan untuk menstabilkan kadar cairan neurotransmitter yang tidak seimbang dalam otak. Sementara, depresi eksogen bisa diberikan perawatan, seperti terapi kognitif, psikoterapi suportif,. Selama ini kalangan medis menggunakan obat golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor). SSRI bekerja hanya berefek tunggal sehingga biasanya tidak mampu mengatasi relapse (kekambuhan) dan recurrent (kasus berulang). Akibatnya, gejala sisa depresi dengan manifestasi bermacam-macam masih belum teratasi.

Keterangan: Gambar diatas adalah neurons (sel saraf) didalam otak berkomunikasi melalui neurotransmitters.

  • Faktor Hormon – meliputi perubahan siklus menstruasi, kehamilan, keguguran, pasca melahirkan, menjelang menopause, dan saat menopause.
  • Stres- pekerjaan, rumah, orang tua tunggal, merawat anak dan orang tua yang lanjut usia.
  • Riwayat keluarga- diturunkan; namun, dapat juga muncul pada orang tanpa riwayat keluarga yang mengalami riwayat depresi.
  • Penyakit- stroke, serangan jantung, kanker
  • Gangguan kimia- ada perubahan kimia di otak,

Kelainan Fisik yang Dapat Menyebabkan Depresi

1. Efek samping obat-obatan
- Amfetamin
- Obat anti-psikosa
- Beta bloker
- Simetidin
- Pil KB
- Sikloserin
- Indometasin
- Air raksa
- Metildopa
- Reserpin
- Talium
- Vinblastin
- Vinkristin

2. Infeksi
- AIDS
- Influenza
- Mononukleosis
- Sifilis (stadium lanjut)
- Tuberkulosis
- Hepatitis virus
- Pneumonia virus

3. Kelainan hormonal
- Penyakit Addison
- Penyakit Cushing
- Hiperparatiroidisme
- Hipotiroidisme dan hipertiroidisme
- Hipopituitarisme

4. Penyakit jaringan ikat
- Artritis rematoid
- Lupus eritematosus sistemik

5. Kelainan neurologis
- Tumor otak
- Cedera kepala
- Sklerosis multipel
- Penyakit Parkinson
- Tidur apneu
- Stroke
- Epilepsi lobus temporalis

6. Kelainan gizi
- Pellagra (kekurangan vitamin B6)
- Anemia pernisiosa (kekurangan vitamin B12)

7. Kanker
- Kanker perut (indung telur, usus besar)
- Kanker yang menyebar ke seluruh tubuh.

Gejala Depresi

Individu yang terkena depresi pada umumnya menunjukkan gejala psikis, gejala fisik & sosial yang khas, seperti murung, sedih berkepanjangan, sensitif, mudah marah dan tersinggung, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya konsentrasi dan menurunnya daya tahan. Namun yang perlu diingat, setiap orang mempunyai perbedaan yang mendasar, yang memungkinkan suatu peristiwa atau perilaku dihadapi secara berbeda dan memunculkan reaksi yang berbeda antara satu orang dengan yang lain. Menurut Frank J., Bruno dalam Bukunya Mengatasi Depresi (1997) mengemukan bahwa ada beberapa tanda dan gejala depresi, yakni:
a. Secara umum tidak pernah merasa senang dalam hidup ini. Tantangan yang ada, proyek, hobi, atau rekreasi tidak memberikan kesenangan,
b. Distorsi dalam perilaku makan. Orang yang mengalami depresi tingkat sedang cenderung untuk makan secara berlebihan, namun berbeda jika kondisinya telah parah seseorang cenderung akan kehilangan gairah makan.
c. Gangguan tidur. Tergantung pada tiap orang dan berbagai macam faktor penentu, sebagian orang mengalami depresi sulit tidur. Tetapi dilain pihak banyak orang mengalami depresi justru terlalu banyak tidur,
d. Gangguan dalam aktivitas normal seseorang. Seseorang yang mengalami depresi mungkin akan mencoba melakukan lebih dari kemampuannya dalam setiap usaha untuk mengkomunikasikan idenya.
e. Kurang energi. Orang yang mengalami depresi cenderung untuk mengatakan atau merasa, saya selalu merasa lelah atau saya capai. Ada anggapan bahwa gejala itu disebabkan oleh faktor-faktor emosional, bukan faktor biologis.
f. Keyakinan bahwa seseorang mempunyai hidup yang tidak berguna, tidak efektif. orang itu tidak mempunyai rasa percaya diri. Pemikiran seperti, saya menyia-nyiakan hidup saya, atau saya tidak bisa mencapai banyak kemajuan, seringkali terjadi.
g. Kapasitas menurun untuk bisa berpikir dengan jernih dan untuk memecahkan masalah secara efektif. Keluhan umum yang sering terjadi adalah, saya tidak bisa berkonsentrasi.
h. Perilaku merusak diri tidak langsung. contohnya: penyalahgunaan alcohol atau narkoba, nikotin, dan obat-obat lainnya. makan berlebihan, terutama kalau seseorang mempunyai masalah kesehatan seperti misalnya menjadi gemuk, diabetes, hypoglycemia, atau diabetes, bisa juga diidentifikasi sebagai salah satu jenis perilaku merusak diri sendiri secara tidak langsung.
i. Mempunyai pemikiran ingin bunuh diri. (tentu saja, bunuh diri yang sebenarnya, merupakan perilaku merusak diri sendiri secara langsung.

MENGOBATI DEPRESI

Ketika didiagnosa, banyak keadaan depresi dapat menggunakan terapi, obat berupa antidepresan, ataupun keduanya. Beberapa orang dengan bentuk depresi ringan akan membaik hanya dengan bantuan tenaga profesional saja. Namun, ada beberapa dengan keadaan depresi yang sedang hingga berat membutuhkan obat anti depresi. Dan butuh waktu mingguan hingga bulanan. Dan ada beberapa orang yang mengalami perbaikan dengan kedua jenis pengobatan tersebut; terapi dan obat.

Diperlukan obat antidepresan yang memiliki kerja ganda sehingga dapat berdampak sinergis dalam menangani gejala,yaitu SNRI (serotonin nor epinephrine reuptake inhibitor). Golongan obat ini bekerja ganda dengan mencegah relapse serta reccurent. Amfetamin yang akan meningkatkan pelepasan dan menghambat ambilan kembali transmiter ST/NE , atau zat yang menghambat deaktivasi ensim monoaminoksidase (MAO inhibitor) akan memperbaiki defisiensi neurokomiawi dan perilaku dengan cara meningkatkan kadar NE/ST dalam sinap . Risiko kekambuhan dan kasus berulang, kekronisan, dan resistansi pengobatan dapat meningkat seiring dengan munculnya episode baru depresi.

Pengobatan depresi bertujuan untuk mengembalikan peran serta fungsi, menghilangkan gejala,serta meningkatkan kualitas hidup. Sebagian besar gangguan depresi dapat diobati sehingga harus dilakukan secara komprehensif menyertakan dukungan keluarga, dan lingkungan sosial.

Pengobatan depresi jangka pendek bisa saja efektif bagi beberapa pasien yang mengalami episode depresi tunggal dan memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami episode baru depresi. Banyak pasien mengalami depresi kronis untuk waktu lama dan mayoritas pasien yang mengalami episode depresi mayor akan mengalami kasus berulang bahkan kasus berulang ganda. Dengan demikian tiap pasien membutuhkan penanganan berbeda. Keluhan somatik sebagai bagian gejala depresi sering diobati sebagai gejala penyakit fisik,sedangkan depresinya tetap tersamar. Sebagian besar pasien depresi akan mengalami kekambuhan yang akan meningkatkan beban penyakit, seperti gejala semakin parah atau risiko kambuh selanjutnya akan semakin besar.

M. vaccae

M. vaccae adalah bakteri yang tidak berbahaya yang ditemukan di dalam tanah yang bisa menggantikan Prozac (Fluoxetine hydrochloride, zat anti depresi).M. vaccae dapat mengurangi depresi sebagai akibat adanya produksi serotonin, yaitu sel syaraf pembawa antidepresi di dalam otak. Karena halangan darah otak melindungi kita dari bakteri, bagaimana ini bisa terjadi? Sistem kekebalan ini mempunyai dua macam sel Th yang diaktifkan : Th1 (T helper 1) and Th2 (T helper 2). Sel Th1 menyerang pathogen dalam sel, sementara sel Th2 menyerang pathogen diluar sel. Kadang-kadang Th2 lymphocytes 'lepas tangan', menyebabkan adanya respons kekebalan yang berlebihan atau reaksi alergi terhadap substansi yang tak merugikan. Mereka juga 'campur tangan' dengan kemampuan Th1 melawan infeksi.

Memasukkan M. vaccae, yang mempunyai suatu efek bercabang dua. Pertama, ia mendorong sel-sel T yang dengan segera bekerja mengembalikan keseimbangan antara Th1 dan Th2, mengurangi alergi, penyakit TBC, dan gejala kanker. Kedua, dan ini adalah dimana Dr. Christopher Lowry dan rekannya dari Bristol University memulai, ini mendorong sel-sel bercabang dari organ seperti paru-paru dan jantung hingga sel cytokines yang gaib. Dr. Lowry melacak perilaku cytokines ke organ syaraf sensory, yang mengirim pesan ke bagian inti otak, yang melepas seronin ke dalam pusat emosi. Dr. Lowry menyuntik tikus-tikus dengan M. vaccae. Untuk menemukan tingkat stres mereka, dia meletakkan mereka di air. Tikus yang stress tidak akan berenang. Tikus yang disuntik, berenang dengan senangnya. Kemudian otak tikus-tikus itu diuji untuk melacak pola dari serotonin.

Vagus nerve stimulation/VNS

Beberapa dokter meresepkan perangsang jiwa (psychostimulant), obat yang dipakai untuk mengoPengobatan depresi baru yang dikenal sebagai perangsang saraf vagus (vagus nerve stimulation/VNS) sudah disetujui di AS. Sebuah pembangkit berukur kurang lebih sama dengan jam tangan ditanam di bawah kulit dada. Alat ini mengirim sinyal pada bagian otak yang terkait dengan suasana hati dan kegelisahan.bati gangguan defisit (deficit disorder).

Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)

Penderita yang meminum obat golongan MAOIs harus menjalani sejumlah pengaturan diet dan larangan tertentu. Mereka sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tiramin, misalnya bir, anggur merah (termasuk sherry), kopi manis, makanan yang terlalu matang, salami, keju tua, ekstrak jamur dan kecap.
Mereka harus menghindari obat-obatan seperti fenilpropanolamin dan dekstrometorfan, yang menyebabkan pelepasan adrenalin dan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang hebat secara tiba-tiba.
Penderita yang meminum MAOIs biasanya diharuskan membawa obat penawar (misalnya klorpromazin atau nifedipin) setiap saat. Jika timbul nyeri kepala berdenyut dan hebat, maka obat penawar ini harus diminum dan segera pergi ke rumah sakit terdekat. MAOIs jarang digunakan karena menimbulkan kesulitan dalam pembatasan diet dan larangan tertentu, sehingga hanya diberikan kepada penderita yang tidak menunjukkan perbaikan dengan anti-depresi lainnya.

St John's Wort

St John's Wort merupakan obat herbal yang telah menjadi subyek perdebatan yang luas. Ada beberapa bukti bahwa ia dapat memerangi depresi ringan, namun dua penelitian besar telah menunjukkan bahwa itu tidak cukup efektif terutama terhadap depresi berat. Menggunakan St John's Wort dengan obat anti depresi (SSRIs) dapat mengakibatkan "serotonin syndrome," dicirikan mengancam kondisi nyawa oleh agitation, demam, berkeringat, denyut jantung cepat, dan gangguan neuromuscular termasuk kekakuan atau serangan (jantung). St. John’s Wort dipakai secara luas untuk mengobati depresi. Namun jamu ini berinteraksi dengan ARV. Jangan memakai St. John’s Wort bersama dengan ART.

Vagus nerve stimulan (VNS)

Vagus nerve stimulation (VNS) dapat membantu pasien dengan perawatan melawan depresi yang tidak membaik dengan obat-obatan. VNS seperti alat pacu jantung untuk otak. Pembendahan pemasangan perangkat yang difungsikan untuk mengirimkan sinyak listrik ke otak melalui saraf vagus di leher. Sinyal ini dipercayai dapat meringankan depresi dengan mengubah keseimbangan bahan kimia otak.

Electroconvulsive Therapy (ECT)

Pilihan lain untuk pasien dengan perawatan melawan atau melankolik depresi parah adalah terapi electroconvulsive (ECT.) Perawatan ini menggunakan electric charges untuk membuat sebuah controlled seizure. (Pasien tidak sadar untuk prosedur ini.) Serangan yang cepat merubah keseimbangan bahan kimia dalam otak. Ect membantu 80% sampai 90% dari pasien yang menerimanya, memberikan harapan baru bagi orang-orang yang tidak mampu membaik dengan obat-obatan. Terapi ini digunakan untuk mengatasi depresi berat,terutama pada penderita psikotik, penderida yang mengancam akan bunuh diri, dan penderita yang tiak mau makan.

Anti-depresitrisiklik.
Sering menimbulkan efek samping berupa mengantuk dan penambahan berat badan.
Obat ini juga menyebabkan peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah ketika penderita berdiri, pandangan kabur, mulut kering, linglung, sembelit, kesulitan untuk memulai berkemih dan orgasme yang tertunda. Efek ini disebut efek antikolinergik, yang lebih sering terjadi pada usia lanjut.
Anti-depresi yang mirip dengan trisiklik memiliki efek samping yang berbeda:
- Venlafaksin bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah yang ringan
- Trazodon menyebabkan priapisme (nyeri ketika ereksi)
-
Maprotilin dan bupropion bisa menyebabkan kejang.

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).
Efek sampingnya lebih sedikit dan biasanya lebih aman digunakan pada penderita depresi yang disertai kelainan jiwa. Efek samping yang terjadi berupa mual, diare dan sakit kepala; yang sifatnya ringan dan akan segera menghilang jika pemakaian obat dilanjutkan. SSRIs efektif digunakan pada depresi yang disertai oleh kelainan jiwa berikut:
- Distimia, yang memerlukan pemberian jangka panjang
- Penyakit obsesif-kompulsif
- Penyakit panik
- Fobia sosial
- Bulimia.
Kerugian utama dari SSRIs adalah sering menyebabkan kelainan fungsi seksual.

WANITA DAN DEPRESI

Wanita mengalami depresi satu setengah kali sampai dua kali dibandingkan pria. Ditegaskannya kembali bahwa tidak semua wanita mengalami hal tersebut.Namun, masalah perubahan hormonal sering dikaitkan dengan kecenderungan depresi. Ketika seseorang mengalami depresi, jumlah cairan kimia di dalam otak berkurang. Hal itu dapat menyebabkan sel otak bekerja lebih lambat. Cairan neurotransmitter tersebut adalah serotonin(ST). Bila terjadi ketidakseimbangan, akan menyebabkan depresi. Selain serotonin, ada zat penghantar saraf lain yang berperan menyebabkan depresi, seperti norepineprin, dopamine, histamin, dan estrogen. Estrogen yang merupakan hormon kaum wanita ini bertanggung jawab sebagai penyebab depresi. Ketika jumlah estrogen menurun akan memunculkan gejala-gejala depresi. Di samping itu, estrogen juga akan memberi pengaruh secara langsung timbulnya depresi itu sendiri. Di dalam tubuh wanita terdapat dua hormon yaitu estrogen serta progesteron. Keduanya bekerja bergantian, misalnya dalam kondisi menstruasi jumlah estrogen menurun sedangkan progesteron naik. Pada saat menstruasi atau pre-menstrual syndrome (PMS). penurunan estrogen pada wanita akan berpengaruh pada emosi. Selain perubahan hormonal, karakteristik wanita yang lebih mengedepankan emosional daripada rasional juga berperan. Ketika menghadapi suatu masalah, wanita cenderung menggunakan perasaan.

Kamis, 18 Juni 2009

GAMBARAN PERKEMBANGAN MASA HIDUP

GAMBARAN PERKEMBANGAN MASA HIDUP

T I N J A U A N

Dunia sosioemotional anak-anak menjadi semakin kompleks dan berbeda pada masa pertengahan dan akhir anak-anak . Keluarga dan teman sebaya memainkan peran yang penting . Sekolah dan relasi pada guru merupakan aspek yang semakin terstuktur. Pemahaman perkembangan, dan perubahan-perubahan dalam gender dan perkembangan moral menandai perkembangan anak-anak selama tahun sekolah dasar.

Keluarga

Ketika anak-anak memasuki masa pertengahan dan akhir , para orang tua hanya memberi sedikit waktunya untuk mereka . Menurut suatu investigasi, waktu yang dinberikan oleh orang tua untuk mengasuh,mengajar,berbicara dan bermain dengan anak mereka yang berusia 5 -12 tahun kurang dari setengah dari waktu yang dihabiskan ketika anak-anak masih lebih kecil ( Hill & Stafford,1980 ). Penurunan interaksi ini mungkin bahkan lebih tajam pada keluarga yang orang tuanya kurang berpendidikan. Orang tua menjadi pelaku-pelaku sosialisasi yang sangat penting dalam kehidupan anak-anak mereka.

Isu orang Tua-Anak

Interaksi orang tua-anak selama masa awal anak-anak berfokus pada hal-hal seperti kesopanan,jadwal tidur,pengendalian amarah, perkelahian,prilaku dan tata krama makan, kabebasan dalam berpakaian dan mencari perhatian . Isu ini meliputi apakah anak-anak harus dilibatkan mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari dan apakah harus dibayar ; bagaimana monolong anak belajar menghibur diri mereka sendiri dan bukan tergantung pada orang tua dalam segala hal ; dan bagaimana memantau kehidupan anak-anak di luar keluarga , di sekolah dan di sekitar teman sebaya.

Hal-hal yang berkaitan dengan sekolah sangat penting bagi keluarga selama masa pertengahan dan akhir. Kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan sekolah adalah alasan nomor satu mengapa anak-anak kelompok usia ini memperoleh pertolongan klinis . Mereka harus belajar berhubungan secara teratur dengan orang-oarang dewasa diluar keluarga. Interaksi dengan orang dewasa diluar keluarga melibatkan orientasi pengendalian dan prestasi yang lebih formal. Menerapkan disiplin lebih mudah pada masa pertengahan dan akhir anak-anak, karena pada masa ini perkembanahn kognitif anak-anak sudah semakin matang . Pada masa remaja penalaran mereka menjadi lebih cangih sehingga mereka kurang dapat menerima disiplin orang tua dan mereka juga menuntut kemandirian .

Selama masa pertengahan dan akhir anak-anak, beberapa kendala dialihkan dari orang tua kepada anak dengan proses bertahap dan merupakan coregulation daripada dikendalikan oleh anak saja atau orang tua saja (Mccoby, 1984) . Perubahan utama ke arah otonomi tidak terjadi hingga kira-kira usia 12 tahun atau lebih . Proses koregulasi ini adalah suatu periode transisi antara kuatnya kendali orang tua pada masa awal anak-anak dengan meningkatkan pengurangan pengawasan umum masa remaja .

Selama koregulasi ini orang tua harus

· Memonitor ,menuntun dan mendukung anak dari jauh

· Mengunakan waktu secara efektif ketika mengadakan kontak langsung dengan anak

· Memperkuat kemampuan anak untuk mementau perilakunya sendiri, mengadopsi standar-sntandar perilaku yang sesuai, menghindari resiko-resiko yang membahayakan, dan merasakan kapan dukungan dan kontak orang tua.

Orang tua dan anak bereaksi terhadap satu sama lain didasrkan atas bagaimana mereka menginterpretsikan perilaku dan harapan-harapan mereka atas perilaku itu .

Perubahan-perubahan kehidupan pada orang tua juga mempengaruhi hakikat interaksi orang tua-anak pada masa pertengahan dan akhir anak-anak .

Perubahan masyarakat dalam keluarga

Ada beberapa perubahan utama dalam komposisi kehidupan keluarga yang sangat mempengaruhi anak-anak pada masa pertengahan dan akhir anak-anak . Jumlah orang tua yang bercerai jauh lebih banyak, dan banyak diantaranya yang kawin lagi . Perlu waktu lama bagi orang tua untuk kawin, mempunyai anak,bercerai dan kawin lagi. Akibatnya, lebih banyak anak disekolah dasar dan sekolah menengah yang hidup dalam keluarga tiri dari pada bayi atau anak-anak presekolah . Semakin banyak ” latchkey childern” (anak-anak kunci, anak-anak yang diberi kunci olah orang tuanya karena mereka bekerja).

Keluarga Tiri

Jumlah perkawinan ulang yang melibatkan anak-anak terus bertambah. Perempuan-perempuan yang lebih muda cenderung lebih cepat kawin lagi dibandingkan perempuan-perempuan yang lebih tua . Perempuan-perempuan yang bercerai sebelum usia 25 tahun dan tidak memiliki anak memiliki angka perkawinan ulang yang lebih tinggi dibandingkan perempuan-perempuan yang memiliki anak.

Suatu penyesuaian diri yang penting bagi orang-orang yang kawin ulang ialah mengembangkan harapan-harapan yang realistis. Uang dan kompleksitas struktur keluarga pada keluaga kawin ulang sering kali menyebabkan konflik perkawinan.

Boundary Ambiguity adalah ketidakpastian dalam kelurga tiri tentang siapa yang tinggal di dalam atau di luar keluarga itu dan siapa yang mengerjakan atau bertanggung jawab atas tugas-tugas tertentu dalam sistem keluarga itu.

Dalam studi baru-baru ini, masuknya ayah tiri ketika anak-anak berusia 9 tahun atau lebih di asosiasikan dengan lebih banyak masalah daripada usia kurang dari 9 tahun (Hetherington,1993). Anak-anak yang lebih kecil cenderung membentuk suatu kedekatan dengan orang tua tiri dan menerima peran orang tua tiri tetapi para remaja yang sedang menghadapi tugas-tugas perkembangan menyebabkan mereka mudah rapuh atas masuknya orang tua tiri.

Perkawinan orang tua tunggal custodial (orang tua yang mengasuh anak) suatu gejolak emosional biasanya terjadi pada anak-anak perempuan dan masalah pada anak laki-laki sering meningkat. Anak-anak perempuan yang cukup akrab dengan dan memperoleh kebebasan yang cukup besar dari ibu mereka menemukan ayah tirinya sebagai seseorang yang mengganggu dan membatasi.

Keluarga dimana kedua orang tua membawa anak-anak dari perkawinan sebelumnya memiliki tingkat masalah-masalah perilaku yang paling tinggi.

Dari sejak kelas satu, suatu lingkungan otoritatif dikaitkan dengan prestasi yang lebih tinggi dan lebih sedikit masalah dibandingkan tiga lingkungan lain-otoriter, permisif dan kacau/mengabaikan. Pada keluarga bercerai bila orang tua yang otoritatif atau bila tidak seorang pun dari kedua orang tua yang otoritatif, sekolah yang otoritatif meningkatkan penyesuaian diri anak.

Anak-anak Kunci (Latchkey Children)

Mereka disebut “Latchkey Children” karena mereka diberi kunci rumah, membawa kunci ke sekolah dan menggunakannya,sementara orang tuanya masih bekerja. Mereka umumnya tidak terawasi 2-4 jam sehari selama seminggu, dan selama libur sekolah mengkin tidak terawasi sehari penuh, selama 5 hari seminggu.

Thomas dan Lynette Long (1983) menyimpulkan bahwa sebagian dari anak-anak ini meiliki pengalaman yang negatif sebagai anak-anak kunci . Beberapa lagi mungkin tumbuh terlalu pesat, dipaksa oleh tanggung jawab yang ditempatkan di atas pundak mereka (Elkind, 1981).Tanpa batasan-batsan dan pengawasan ornag tua, anak-anak kunci menemukan jalan masuk ke kesulitan secara lebih mudah. Pasangan Long ini menunjukan bahwa anak-anak remaja yang melakukan kenakalan di wilayah Montgomery, Maryland, adalah anak-anak kunci. Joan lipsitz (1983) menyebutkan kurangnya pengawasan orang dewasa terhadap anak-anak pada jam-jam setelah pulang sekolah adalah satu masalah utama dewasa ini .

Orang tua perlu memberi perhatian khusus pada bagaimana kehidupan anak-anak kunci mereka dapat dipantau secara efektif .

PERSEPSI

PERSEPSI

Persepsi adalah proses dimana kita mengorganisasi dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.

PERSEPSI JARAK

Stimulus visual mempunyai ciri-ciri yang berkaitan dengan jarak pengamat yang disebut isyarat jarak (distance cues) . Sebagain faktor ini hanya ada bila suatu penglihatan dipandang dengan kedua mata (isyarat binokular), sebagian lagi ada dalam stimulus pada tiap mata (isyarat monokular) . Presepsi jarak sangat tergantung pada sejumlah besar faktor.

Isyarat Binokular

Orang yang mempunyai penglihatan dua mata dapat melihat keseluruhan medan penglihatan lebih besar daripada meraka yang berpemglihatan satu mata. Dalam penglihatan stereoskoptik kedua mata bekerja sama sehingga kita mendapat perasaan dalam (dept) dan jarak yang jauh lebih tepat. Steroskop dapat digunakan untuk menunjukan bahwa kerja sama kedua mata benar-benar menghasilkan suatu pengalaman dengan jarak.

Pengamalan steroeskopik berlainan dengan pengalaman dimensi ketiga pada gambar datar yang tunggal karena disparasi dinokular. Karena mata kita terpisah letaknya di kepala,mata kiri tidak mendapatkan pandangan yangt persis sama dengan mata kanan. Dampak skereoskopik adalah akibat dari kimbinasi gambar yang agak berbeda ini menjadi satu penglihatan.

Isyarat Monikular

Menutup satu mata menyebabkan hilangnya katetapan gambar. Para seniman memanfaatkan banyak isyarat monokular yang menganbarkan jark objek.

Empat macam faktor yang digunakan dalam persepsi kadalam :

- Bila sebuah objek seakan-akan menutupi objek lain,kita menghayati objek yang pertama lebih dekat

- Biloa dad sederte benda srupa dengan ukuran yang berbeda-beda , benda-benda yang kebih kecil dihayati seperti lebuh jauh jaraknya.

- tingginya bidang penglihatan : bila kita pandang sepanjang dataran rendah benda-benda yang lebih jauh letknya , dalam medan penglihatan akan terletak lebih tinggi, sehinnga terlihat ada perbedaan jarak.

- Untuk permukaan tidak rata (padang batu-batuan,permikaan bergelombang, dll). Gradient of texture adalah derajat kehalusan struktur totalitas yang diamati. Jadi, struktur gambar semakin halus bila jarak semakin jauh.

PERSEPSI GERAK

Gibson (1968) mengemukakan bahwa isyarat persepsi gerak ada disekitar kita. Kita melihat sebuah benda bergerak karena ketika benda itu bergerak sebagian menutupi dan sebagian tidak menutupi latar belakannya yang tidak bergerak. Suatu hal yang menarik terjadi bula seluruh medan penglihatan bergerak, sehingga dapat meninggalkan isyarat yang taksa (ambiguous) sehingga dapat menyebabkan suatu presepsi yang keliru.

Gerak yang Tampak

Gerak mungkin dihayati tanpa adanya suatu pola stimulasi yang bergerak, diaci sebagai gerak Stoboskopik . Bayangan gerak terjadi bila stimulus yang terpisah dan yang tidak bergerak disajikan secara berturut-turut.

Bentuk gerak sroboskopik yang lebih sederhana dikanal sebagai fenomena phi.

Gerak Nyata

Persepsi gerak nyata lebih kompleks, yang tergantung dari hubungan antara setiap objek dalam setiap medan penglihatan dengan tafsiran kita tentang hubungan ini. Bilamana terjadi suatu gerakan, sistem presepsi haluslah menentukan apa yang bergerak dan apa yang tidak bergerak.

Bila satu-satumya informasi tantang gerakan itu visual (dapat dilihat) ,kita cenderung beranggapan bahwa objek yang besar tidak begerak dan objek yang kacil bergerak. Gerak semu (induced movemant) dialami bila kita melihat bulan di angkasa yang berawan tipis bergerak.

Bila kita berjalan atau berlari, keraguan segi mana dari sekitar kita yang bergerak tidak terjadi karena sensasi kaki kita memberitahukan bahwa kita yang bergerak di tanah. Bila kita bergerak di dalam mobil atau pesawat sumber informasi utama kita adalah pesawat, karena kita mudah tertipu oleh bayangan gerakan semu.

PERSEPSI TOTAL

Bila kita menyusun teka-teki ’jigsaw’ ( teka-teki manyusun potongan-potongan gambar) warna dan ukuran potongan gambar terlihat lain dibandingkan bila teka-tekinya sudah tersusun. Suatu kumpulan lukisan cat akan tampak sebagai kumpulan pulasan kuas yang tidak bermakna. Kesan total stimulus yang diorganisasika itu mempunyai sifat / kualitas yang tidak terkira dari setiap bagian yang berdiri sendiri.

Signifikan toeritis perorganisasian stimulus dalam menghasilkan suatu pengalaman preespsi ditemukan sejak awal oleh para pendukung Ilmu Jiwa Gestalt.

Max Wertheimer, memgunakan gerak stoboskopik untuk mengambarkan prinsip ini. Pengamalam gerak yang ditimbulkan oleh serangkaian gambar diam yang dilihat dengan kecepatan tinggi timbul dari hubungan antara setiap jawaban tersebut. Fenomena Gestalt termasuk salah satu dari 3 kelas, yaitu :

- organisasi persepsi (perceptual organization)

- konstansi persepsi (perceptual constancy)

- ilusi persepsi (perceptual ilusion).

Organisasai persepsi

Contoh asumsi Gesalt tenyang organisasi prespsi : adalah hukum kesederhanaan ( law of simplicity): penghayatan yang berkaitan dengan penafsiran stimilus yang termudah dan termungkin. Diantara fenomena organisasi persepsi terdapat dampak gambar dan latar (figure and groun effects) serta pengelompokam persepsi ( perceptual grouping).

Gambar dan latar. Pola geometrik selalu dihayati sebagai gambar terhadap suatu latar belakang dan karenanya tampak dan mempunyai ’conrours’ ( garis bentuk/luar) dan ’boundaries (batas) seperti halnya setiap objek.. Stimulus yang terorganisasi kedalam gambar dan latar merupakan dasr pemetaan stimulus. Pola hitam dan putih serta desain kertas dinding dihayati sebagai hubungan gambar-latar.

Kita dapat menghayati hubungan gambar-latar melalui indera kita selain dari penglihatan,misalnya kita dapat mendengar suara burung terhadap karubutan suara motor. Beberapa faktor yang menentukan apa yang dihayati sebagai gambar terhadap latar dibahas dalam pembahasan perhatian selektif (selective attention)

Pengelompokan persepsi. Modivikasi kecil di antara garis-garis dibagian bawah gembar menyebabkan kita dapat mengalami hal-haltersebut. Kecenderunagn untuk menyusun apa yang kita lihat sangatlah mendesak: apa yang kita lihat dari setiap gembar kalihatannya dipaksakan pada kita oleh pola stimulus. Sifat keseluruhan mempengaruhi cara di mana setiap bagian dihayati. Hal ini mengambarkan gagasan psikologi Gesalt bahwa keseluruhan itu lain dari jumlah masing-masing.

Konstan Persepsi

Bila kita menglihat ke sekitar ruang kita tidak mungkin melaporkan bahwa kita menglihat mosaik cahaya dan bayangan, kita lebih cenderung menghayati benda dari pada ciri sensori(sensory features) yang mendeskropsikannya. Ciri inderawi ynag berdiri sendiri (”kabiruan” ”kekotakan’ ”kelembutan”) dihayati sebagai objek.

Pengalaman persepsi kita membentuk dunia yang bisa dikenali, benda-benda abadi sehingga kita akan menjumpai benda yang sama. Kecenderunagn untuk melihat berbagai benda yang dikenal seperti mempunyai ciri hitam-putih walaupun sinar warna meneranginya berbeda disebut konstansi kejernihan (lightess contanci). Kecenderungan untuk mrlihat kesrabilan warna disebut konstansi warna (color constansi). kecenderungan melihat objek seperti tidak berubah walauun dilihat dari sudut yang berbeda disebut (shape constansy). Kecenderunagn unruk mrlihat sebuah objek seperti ukuran sama walaupun dilihat dari jarak yang berbeda disebut konstansi ukuran (sizi constansi). Kecenderunagn untuk melihat benda tetap mempertahankan tempatnya, dalam jarak tertentu ketika kita bergerak disebut kontansi tempat (place constansy).

Konstan kejernihan dan warna . Kain beludru hitam akan terlihat sama oleh mata ketika dilihat di bawah sinar matahari,tempat rindnag, walaupun kain tersebut lebih banyak memantulkan sinar dibawah sinar matahari, fakta ini disebut konstansin kejernihan.

Konstansi warna menunjukan ketergantungan yanhg serupa akan adanya medan yang beragam.

Konstansi Bentuk dan Ukuran . Bila sebuah pintu bergerak membuka di depan kita bentiknya mengalami serangkain perubhan,bentuk segi empat menjadi trape zoid,kemudian bentuk itu akan mengecil sampai dipriyeksikan pada selaput jala adalah garis lurus yang merepakan tebal pintu. Kita pasti menyadari perubahan ini tapi pengalamn psikologi menyatakn pintu tidak berubah melainkan hanya nergerak pada engselnya. Fakta bahwa bentuk pintu itu kalihatan tidak berubah merupaka konstantansi bentuk.

Konstansi Tempat. Wlaupun banyak terdapat kesan yang berubah mengenai selaput jala pada waktu kita bergerak,kita menghayati benda dalam suatu konteks yang pada dasrnya tepat yaiti konstansi tempat yang tergantung pada pengalaman lampau.

Ilusi Persepsi

Ilusi adalah penghayatan yang salah sehingga keadaanya berbeda dengan keadaan yang digambarkan oleh ilmu pengetahuan dengna bantuan instrumen pengukurannya. Ilusi seperti patahnya batang yang kita lihat di dalm air atau bayangan ynag menyimpamg pada kaca ”fun-house” dapat dihayati secar fisik(physical): semua bayngan ini disebabkan adanya penyimpangan stimulus yang menyampai reseptor kita.

Ilusi Geomotrik (geometrical illusions) merupakan kelompok besar ilusi yang telah mendapatkan sangat banyak perhatian. Ilusi ini merupakan pengambaran garis-garis yang aspeknya berubah menurut persepsi.

PROSES KOGNITIF DALAM PERSEPSI

Kubus Necker . bila kita pelajari bentuk itu persepsi akan berubah. Bahwa bidang yang berwarna kadang-kadak tampak seperti bagian depan dan belakang,begitu kita tau kubus berubah secra perspektif kita akan sulit menentukan mana bagian depan dan belakang.

Sifat Aktif Persepsi

Hipotesis persepsi. bentuk yang dapat dibolak-balik seperti kubus Necker menunjukan bahwa persepsi kita bukan merupakan kaca stimulus penglihatan statis. Penghayatan adalah suatu hipotesis uang dianjurkan oleh data sensorik.

Dugaan tentang adanay pengujian hipotesis menekan adanya sifat aktif persepsi. Sistem persepsi tidak menerima masukan secara pasif tetapi berupaya untuk mencari penghayatan yang palinh sesuain dengan dat sensorik. Hanya dalam kondisi yang luar biasa, seperti melihat bentuk yang taksa, sifat pengujian hipotesis menjadi nyata.

Konteks dan Pengalaman. Setiap hipotesis yang diuji dan penghayatanya terbentuk tidak hanya tergantung pada ciri objek, tetapi juga pada konteks dimana benda itu dilihat. Sama halnya dengan pengalaman lampau yang mempengaruhi setiap hipotesis persepsi yang kita bentuk bila kita melihan sesuatu untuk pertama kali

Analisis dengan Sintesis

Analisis dengan sintesis adalah teori uang memandang persepsi sebagai proses aktif yang menguji hipotesis yang dipengaruhi konteks dan pengalaman lampau (Neisser, 1976) . Menurut teori ini penghayatan mengunakan ciri benda ,konteks dan pengalaman lampau untuk mendapatkan ”terkaan yang jitu” tentang apa yang dilihat.

Analisis dengan sintesis berasumsi bahwa pengamat telah menimpan suatu skema dalam ingatannya untuk setiap stimulus yang teleha dialaminya pada masa lalu. Bila terdapat suatu stimilus, proses dua tahap menjadi aktif. Pertama , disusun hipotrsis – atau terkaan- tentang identitas stimulus, berdasarkan konteks dimana stimulus diberikan seta pengalaman lampau dan harapan pengamat.

Teori analisis dengn sintesis ini memandang persepsi sebagai proses kognitif yang aktif mengecek suatu suatu hipotesis lainnya sampai ditemukan yang sesuai dengan kenyataan , berbeda dengan pendekatan statik yang mengemukakan bahwa ciri fisik ditimbulkan secara mekanik dari masukan stimulus terlepas dari korteks dan kemudian hanya diolah untuk pengenalan.

Perhatian

Apa yang kita hayati tidak hanya tergantung pada stimulus tetapi juga pada proses kognitif yang merefleksikanminat,tujuan,dan harapan kita pada saat itu,pemusatan persepsi ini disebut perhatian.

Perhatian selektif. Walaupun tidak mamperhatikan tsimulus tertentu secara aktif, stimulus tersebut tetep terdaftar paling tidak sementara , dalam persepsi kita – meskipun mungkin kta tidak mengenalinnya.

Petunjuk Pemilihan Stimulus. kesimpulannya bahwa sistem saraf mestunya mempunyai semacam kesimpulan bahwa sistem saraf mestinya mempunyai semacam tempat dimana informasi sensorik yang masuk disimpan semantara dalam bentuk yang agak kasar dan teraanalisis.

Faktor yang menentukan stimulus mana yang akan terpilih sebagai perhatian ? beberapa ciri fisik stimulus yang pentinh adalah ; intensitas, ukuran, kontras, dan gerakan. Variabel internal tertentu seperti,motif ,harapan dan minat juga menentukan stimulus yang menarik perhatian.

Hubungan Fisiologis Perhatian . Reaksi fisiologis yang terjadi sebagai respon pada perubahan stimulus disekitarnya membentuk suatu pola yang ajag disebut refleks berorientasi yang terjadi pada manusia maupunmhewan sebagai respon pada setiap perubahan yang paling kecil sekalipun disekitar stimulus.