Kamis, 18 Juni 2009

GAMBARAN PERKEMBANGAN MASA HIDUP

GAMBARAN PERKEMBANGAN MASA HIDUP

T I N J A U A N

Dunia sosioemotional anak-anak menjadi semakin kompleks dan berbeda pada masa pertengahan dan akhir anak-anak . Keluarga dan teman sebaya memainkan peran yang penting . Sekolah dan relasi pada guru merupakan aspek yang semakin terstuktur. Pemahaman perkembangan, dan perubahan-perubahan dalam gender dan perkembangan moral menandai perkembangan anak-anak selama tahun sekolah dasar.

Keluarga

Ketika anak-anak memasuki masa pertengahan dan akhir , para orang tua hanya memberi sedikit waktunya untuk mereka . Menurut suatu investigasi, waktu yang dinberikan oleh orang tua untuk mengasuh,mengajar,berbicara dan bermain dengan anak mereka yang berusia 5 -12 tahun kurang dari setengah dari waktu yang dihabiskan ketika anak-anak masih lebih kecil ( Hill & Stafford,1980 ). Penurunan interaksi ini mungkin bahkan lebih tajam pada keluarga yang orang tuanya kurang berpendidikan. Orang tua menjadi pelaku-pelaku sosialisasi yang sangat penting dalam kehidupan anak-anak mereka.

Isu orang Tua-Anak

Interaksi orang tua-anak selama masa awal anak-anak berfokus pada hal-hal seperti kesopanan,jadwal tidur,pengendalian amarah, perkelahian,prilaku dan tata krama makan, kabebasan dalam berpakaian dan mencari perhatian . Isu ini meliputi apakah anak-anak harus dilibatkan mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari dan apakah harus dibayar ; bagaimana monolong anak belajar menghibur diri mereka sendiri dan bukan tergantung pada orang tua dalam segala hal ; dan bagaimana memantau kehidupan anak-anak di luar keluarga , di sekolah dan di sekitar teman sebaya.

Hal-hal yang berkaitan dengan sekolah sangat penting bagi keluarga selama masa pertengahan dan akhir. Kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan sekolah adalah alasan nomor satu mengapa anak-anak kelompok usia ini memperoleh pertolongan klinis . Mereka harus belajar berhubungan secara teratur dengan orang-oarang dewasa diluar keluarga. Interaksi dengan orang dewasa diluar keluarga melibatkan orientasi pengendalian dan prestasi yang lebih formal. Menerapkan disiplin lebih mudah pada masa pertengahan dan akhir anak-anak, karena pada masa ini perkembanahn kognitif anak-anak sudah semakin matang . Pada masa remaja penalaran mereka menjadi lebih cangih sehingga mereka kurang dapat menerima disiplin orang tua dan mereka juga menuntut kemandirian .

Selama masa pertengahan dan akhir anak-anak, beberapa kendala dialihkan dari orang tua kepada anak dengan proses bertahap dan merupakan coregulation daripada dikendalikan oleh anak saja atau orang tua saja (Mccoby, 1984) . Perubahan utama ke arah otonomi tidak terjadi hingga kira-kira usia 12 tahun atau lebih . Proses koregulasi ini adalah suatu periode transisi antara kuatnya kendali orang tua pada masa awal anak-anak dengan meningkatkan pengurangan pengawasan umum masa remaja .

Selama koregulasi ini orang tua harus

· Memonitor ,menuntun dan mendukung anak dari jauh

· Mengunakan waktu secara efektif ketika mengadakan kontak langsung dengan anak

· Memperkuat kemampuan anak untuk mementau perilakunya sendiri, mengadopsi standar-sntandar perilaku yang sesuai, menghindari resiko-resiko yang membahayakan, dan merasakan kapan dukungan dan kontak orang tua.

Orang tua dan anak bereaksi terhadap satu sama lain didasrkan atas bagaimana mereka menginterpretsikan perilaku dan harapan-harapan mereka atas perilaku itu .

Perubahan-perubahan kehidupan pada orang tua juga mempengaruhi hakikat interaksi orang tua-anak pada masa pertengahan dan akhir anak-anak .

Perubahan masyarakat dalam keluarga

Ada beberapa perubahan utama dalam komposisi kehidupan keluarga yang sangat mempengaruhi anak-anak pada masa pertengahan dan akhir anak-anak . Jumlah orang tua yang bercerai jauh lebih banyak, dan banyak diantaranya yang kawin lagi . Perlu waktu lama bagi orang tua untuk kawin, mempunyai anak,bercerai dan kawin lagi. Akibatnya, lebih banyak anak disekolah dasar dan sekolah menengah yang hidup dalam keluarga tiri dari pada bayi atau anak-anak presekolah . Semakin banyak ” latchkey childern” (anak-anak kunci, anak-anak yang diberi kunci olah orang tuanya karena mereka bekerja).

Keluarga Tiri

Jumlah perkawinan ulang yang melibatkan anak-anak terus bertambah. Perempuan-perempuan yang lebih muda cenderung lebih cepat kawin lagi dibandingkan perempuan-perempuan yang lebih tua . Perempuan-perempuan yang bercerai sebelum usia 25 tahun dan tidak memiliki anak memiliki angka perkawinan ulang yang lebih tinggi dibandingkan perempuan-perempuan yang memiliki anak.

Suatu penyesuaian diri yang penting bagi orang-orang yang kawin ulang ialah mengembangkan harapan-harapan yang realistis. Uang dan kompleksitas struktur keluarga pada keluaga kawin ulang sering kali menyebabkan konflik perkawinan.

Boundary Ambiguity adalah ketidakpastian dalam kelurga tiri tentang siapa yang tinggal di dalam atau di luar keluarga itu dan siapa yang mengerjakan atau bertanggung jawab atas tugas-tugas tertentu dalam sistem keluarga itu.

Dalam studi baru-baru ini, masuknya ayah tiri ketika anak-anak berusia 9 tahun atau lebih di asosiasikan dengan lebih banyak masalah daripada usia kurang dari 9 tahun (Hetherington,1993). Anak-anak yang lebih kecil cenderung membentuk suatu kedekatan dengan orang tua tiri dan menerima peran orang tua tiri tetapi para remaja yang sedang menghadapi tugas-tugas perkembangan menyebabkan mereka mudah rapuh atas masuknya orang tua tiri.

Perkawinan orang tua tunggal custodial (orang tua yang mengasuh anak) suatu gejolak emosional biasanya terjadi pada anak-anak perempuan dan masalah pada anak laki-laki sering meningkat. Anak-anak perempuan yang cukup akrab dengan dan memperoleh kebebasan yang cukup besar dari ibu mereka menemukan ayah tirinya sebagai seseorang yang mengganggu dan membatasi.

Keluarga dimana kedua orang tua membawa anak-anak dari perkawinan sebelumnya memiliki tingkat masalah-masalah perilaku yang paling tinggi.

Dari sejak kelas satu, suatu lingkungan otoritatif dikaitkan dengan prestasi yang lebih tinggi dan lebih sedikit masalah dibandingkan tiga lingkungan lain-otoriter, permisif dan kacau/mengabaikan. Pada keluarga bercerai bila orang tua yang otoritatif atau bila tidak seorang pun dari kedua orang tua yang otoritatif, sekolah yang otoritatif meningkatkan penyesuaian diri anak.

Anak-anak Kunci (Latchkey Children)

Mereka disebut “Latchkey Children” karena mereka diberi kunci rumah, membawa kunci ke sekolah dan menggunakannya,sementara orang tuanya masih bekerja. Mereka umumnya tidak terawasi 2-4 jam sehari selama seminggu, dan selama libur sekolah mengkin tidak terawasi sehari penuh, selama 5 hari seminggu.

Thomas dan Lynette Long (1983) menyimpulkan bahwa sebagian dari anak-anak ini meiliki pengalaman yang negatif sebagai anak-anak kunci . Beberapa lagi mungkin tumbuh terlalu pesat, dipaksa oleh tanggung jawab yang ditempatkan di atas pundak mereka (Elkind, 1981).Tanpa batasan-batsan dan pengawasan ornag tua, anak-anak kunci menemukan jalan masuk ke kesulitan secara lebih mudah. Pasangan Long ini menunjukan bahwa anak-anak remaja yang melakukan kenakalan di wilayah Montgomery, Maryland, adalah anak-anak kunci. Joan lipsitz (1983) menyebutkan kurangnya pengawasan orang dewasa terhadap anak-anak pada jam-jam setelah pulang sekolah adalah satu masalah utama dewasa ini .

Orang tua perlu memberi perhatian khusus pada bagaimana kehidupan anak-anak kunci mereka dapat dipantau secara efektif .

2 komentar:

  1. thank you mbak. sangat bermanfaat :-)

    BalasHapus
  2. Sands Casino | Sydney, Australia
    Sands Casino. The iconic Sands Casino is located 제왕 카지노 in the heart of Sydney, Australia. หาเงินออนไลน์ You will find the casino's 샌즈카지노 563 slot machines, 40 table games

    BalasHapus