Kamis, 18 Juni 2009

PERSEPSI

PERSEPSI

Persepsi adalah proses dimana kita mengorganisasi dan menafsirkan pola stimulus dalam lingkungan.

PERSEPSI JARAK

Stimulus visual mempunyai ciri-ciri yang berkaitan dengan jarak pengamat yang disebut isyarat jarak (distance cues) . Sebagain faktor ini hanya ada bila suatu penglihatan dipandang dengan kedua mata (isyarat binokular), sebagian lagi ada dalam stimulus pada tiap mata (isyarat monokular) . Presepsi jarak sangat tergantung pada sejumlah besar faktor.

Isyarat Binokular

Orang yang mempunyai penglihatan dua mata dapat melihat keseluruhan medan penglihatan lebih besar daripada meraka yang berpemglihatan satu mata. Dalam penglihatan stereoskoptik kedua mata bekerja sama sehingga kita mendapat perasaan dalam (dept) dan jarak yang jauh lebih tepat. Steroskop dapat digunakan untuk menunjukan bahwa kerja sama kedua mata benar-benar menghasilkan suatu pengalaman dengan jarak.

Pengamalan steroeskopik berlainan dengan pengalaman dimensi ketiga pada gambar datar yang tunggal karena disparasi dinokular. Karena mata kita terpisah letaknya di kepala,mata kiri tidak mendapatkan pandangan yangt persis sama dengan mata kanan. Dampak skereoskopik adalah akibat dari kimbinasi gambar yang agak berbeda ini menjadi satu penglihatan.

Isyarat Monikular

Menutup satu mata menyebabkan hilangnya katetapan gambar. Para seniman memanfaatkan banyak isyarat monokular yang menganbarkan jark objek.

Empat macam faktor yang digunakan dalam persepsi kadalam :

- Bila sebuah objek seakan-akan menutupi objek lain,kita menghayati objek yang pertama lebih dekat

- Biloa dad sederte benda srupa dengan ukuran yang berbeda-beda , benda-benda yang kebih kecil dihayati seperti lebuh jauh jaraknya.

- tingginya bidang penglihatan : bila kita pandang sepanjang dataran rendah benda-benda yang lebih jauh letknya , dalam medan penglihatan akan terletak lebih tinggi, sehinnga terlihat ada perbedaan jarak.

- Untuk permukaan tidak rata (padang batu-batuan,permikaan bergelombang, dll). Gradient of texture adalah derajat kehalusan struktur totalitas yang diamati. Jadi, struktur gambar semakin halus bila jarak semakin jauh.

PERSEPSI GERAK

Gibson (1968) mengemukakan bahwa isyarat persepsi gerak ada disekitar kita. Kita melihat sebuah benda bergerak karena ketika benda itu bergerak sebagian menutupi dan sebagian tidak menutupi latar belakannya yang tidak bergerak. Suatu hal yang menarik terjadi bula seluruh medan penglihatan bergerak, sehingga dapat meninggalkan isyarat yang taksa (ambiguous) sehingga dapat menyebabkan suatu presepsi yang keliru.

Gerak yang Tampak

Gerak mungkin dihayati tanpa adanya suatu pola stimulasi yang bergerak, diaci sebagai gerak Stoboskopik . Bayangan gerak terjadi bila stimulus yang terpisah dan yang tidak bergerak disajikan secara berturut-turut.

Bentuk gerak sroboskopik yang lebih sederhana dikanal sebagai fenomena phi.

Gerak Nyata

Persepsi gerak nyata lebih kompleks, yang tergantung dari hubungan antara setiap objek dalam setiap medan penglihatan dengan tafsiran kita tentang hubungan ini. Bilamana terjadi suatu gerakan, sistem presepsi haluslah menentukan apa yang bergerak dan apa yang tidak bergerak.

Bila satu-satumya informasi tantang gerakan itu visual (dapat dilihat) ,kita cenderung beranggapan bahwa objek yang besar tidak begerak dan objek yang kacil bergerak. Gerak semu (induced movemant) dialami bila kita melihat bulan di angkasa yang berawan tipis bergerak.

Bila kita berjalan atau berlari, keraguan segi mana dari sekitar kita yang bergerak tidak terjadi karena sensasi kaki kita memberitahukan bahwa kita yang bergerak di tanah. Bila kita bergerak di dalam mobil atau pesawat sumber informasi utama kita adalah pesawat, karena kita mudah tertipu oleh bayangan gerakan semu.

PERSEPSI TOTAL

Bila kita menyusun teka-teki ’jigsaw’ ( teka-teki manyusun potongan-potongan gambar) warna dan ukuran potongan gambar terlihat lain dibandingkan bila teka-tekinya sudah tersusun. Suatu kumpulan lukisan cat akan tampak sebagai kumpulan pulasan kuas yang tidak bermakna. Kesan total stimulus yang diorganisasika itu mempunyai sifat / kualitas yang tidak terkira dari setiap bagian yang berdiri sendiri.

Signifikan toeritis perorganisasian stimulus dalam menghasilkan suatu pengalaman preespsi ditemukan sejak awal oleh para pendukung Ilmu Jiwa Gestalt.

Max Wertheimer, memgunakan gerak stoboskopik untuk mengambarkan prinsip ini. Pengamalam gerak yang ditimbulkan oleh serangkaian gambar diam yang dilihat dengan kecepatan tinggi timbul dari hubungan antara setiap jawaban tersebut. Fenomena Gestalt termasuk salah satu dari 3 kelas, yaitu :

- organisasi persepsi (perceptual organization)

- konstansi persepsi (perceptual constancy)

- ilusi persepsi (perceptual ilusion).

Organisasai persepsi

Contoh asumsi Gesalt tenyang organisasi prespsi : adalah hukum kesederhanaan ( law of simplicity): penghayatan yang berkaitan dengan penafsiran stimilus yang termudah dan termungkin. Diantara fenomena organisasi persepsi terdapat dampak gambar dan latar (figure and groun effects) serta pengelompokam persepsi ( perceptual grouping).

Gambar dan latar. Pola geometrik selalu dihayati sebagai gambar terhadap suatu latar belakang dan karenanya tampak dan mempunyai ’conrours’ ( garis bentuk/luar) dan ’boundaries (batas) seperti halnya setiap objek.. Stimulus yang terorganisasi kedalam gambar dan latar merupakan dasr pemetaan stimulus. Pola hitam dan putih serta desain kertas dinding dihayati sebagai hubungan gambar-latar.

Kita dapat menghayati hubungan gambar-latar melalui indera kita selain dari penglihatan,misalnya kita dapat mendengar suara burung terhadap karubutan suara motor. Beberapa faktor yang menentukan apa yang dihayati sebagai gambar terhadap latar dibahas dalam pembahasan perhatian selektif (selective attention)

Pengelompokan persepsi. Modivikasi kecil di antara garis-garis dibagian bawah gembar menyebabkan kita dapat mengalami hal-haltersebut. Kecenderunagn untuk menyusun apa yang kita lihat sangatlah mendesak: apa yang kita lihat dari setiap gembar kalihatannya dipaksakan pada kita oleh pola stimulus. Sifat keseluruhan mempengaruhi cara di mana setiap bagian dihayati. Hal ini mengambarkan gagasan psikologi Gesalt bahwa keseluruhan itu lain dari jumlah masing-masing.

Konstan Persepsi

Bila kita menglihat ke sekitar ruang kita tidak mungkin melaporkan bahwa kita menglihat mosaik cahaya dan bayangan, kita lebih cenderung menghayati benda dari pada ciri sensori(sensory features) yang mendeskropsikannya. Ciri inderawi ynag berdiri sendiri (”kabiruan” ”kekotakan’ ”kelembutan”) dihayati sebagai objek.

Pengalaman persepsi kita membentuk dunia yang bisa dikenali, benda-benda abadi sehingga kita akan menjumpai benda yang sama. Kecenderunagn untuk melihat berbagai benda yang dikenal seperti mempunyai ciri hitam-putih walaupun sinar warna meneranginya berbeda disebut konstansi kejernihan (lightess contanci). Kecenderungan untuk mrlihat kesrabilan warna disebut konstansi warna (color constansi). kecenderungan melihat objek seperti tidak berubah walauun dilihat dari sudut yang berbeda disebut (shape constansy). Kecenderunagn unruk mrlihat sebuah objek seperti ukuran sama walaupun dilihat dari jarak yang berbeda disebut konstansi ukuran (sizi constansi). Kecenderunagn untuk melihat benda tetap mempertahankan tempatnya, dalam jarak tertentu ketika kita bergerak disebut kontansi tempat (place constansy).

Konstan kejernihan dan warna . Kain beludru hitam akan terlihat sama oleh mata ketika dilihat di bawah sinar matahari,tempat rindnag, walaupun kain tersebut lebih banyak memantulkan sinar dibawah sinar matahari, fakta ini disebut konstansin kejernihan.

Konstansi warna menunjukan ketergantungan yanhg serupa akan adanya medan yang beragam.

Konstansi Bentuk dan Ukuran . Bila sebuah pintu bergerak membuka di depan kita bentiknya mengalami serangkain perubhan,bentuk segi empat menjadi trape zoid,kemudian bentuk itu akan mengecil sampai dipriyeksikan pada selaput jala adalah garis lurus yang merepakan tebal pintu. Kita pasti menyadari perubahan ini tapi pengalamn psikologi menyatakn pintu tidak berubah melainkan hanya nergerak pada engselnya. Fakta bahwa bentuk pintu itu kalihatan tidak berubah merupaka konstantansi bentuk.

Konstansi Tempat. Wlaupun banyak terdapat kesan yang berubah mengenai selaput jala pada waktu kita bergerak,kita menghayati benda dalam suatu konteks yang pada dasrnya tepat yaiti konstansi tempat yang tergantung pada pengalaman lampau.

Ilusi Persepsi

Ilusi adalah penghayatan yang salah sehingga keadaanya berbeda dengan keadaan yang digambarkan oleh ilmu pengetahuan dengna bantuan instrumen pengukurannya. Ilusi seperti patahnya batang yang kita lihat di dalm air atau bayangan ynag menyimpamg pada kaca ”fun-house” dapat dihayati secar fisik(physical): semua bayngan ini disebabkan adanya penyimpangan stimulus yang menyampai reseptor kita.

Ilusi Geomotrik (geometrical illusions) merupakan kelompok besar ilusi yang telah mendapatkan sangat banyak perhatian. Ilusi ini merupakan pengambaran garis-garis yang aspeknya berubah menurut persepsi.

PROSES KOGNITIF DALAM PERSEPSI

Kubus Necker . bila kita pelajari bentuk itu persepsi akan berubah. Bahwa bidang yang berwarna kadang-kadak tampak seperti bagian depan dan belakang,begitu kita tau kubus berubah secra perspektif kita akan sulit menentukan mana bagian depan dan belakang.

Sifat Aktif Persepsi

Hipotesis persepsi. bentuk yang dapat dibolak-balik seperti kubus Necker menunjukan bahwa persepsi kita bukan merupakan kaca stimulus penglihatan statis. Penghayatan adalah suatu hipotesis uang dianjurkan oleh data sensorik.

Dugaan tentang adanay pengujian hipotesis menekan adanya sifat aktif persepsi. Sistem persepsi tidak menerima masukan secara pasif tetapi berupaya untuk mencari penghayatan yang palinh sesuain dengan dat sensorik. Hanya dalam kondisi yang luar biasa, seperti melihat bentuk yang taksa, sifat pengujian hipotesis menjadi nyata.

Konteks dan Pengalaman. Setiap hipotesis yang diuji dan penghayatanya terbentuk tidak hanya tergantung pada ciri objek, tetapi juga pada konteks dimana benda itu dilihat. Sama halnya dengan pengalaman lampau yang mempengaruhi setiap hipotesis persepsi yang kita bentuk bila kita melihan sesuatu untuk pertama kali

Analisis dengan Sintesis

Analisis dengan sintesis adalah teori uang memandang persepsi sebagai proses aktif yang menguji hipotesis yang dipengaruhi konteks dan pengalaman lampau (Neisser, 1976) . Menurut teori ini penghayatan mengunakan ciri benda ,konteks dan pengalaman lampau untuk mendapatkan ”terkaan yang jitu” tentang apa yang dilihat.

Analisis dengan sintesis berasumsi bahwa pengamat telah menimpan suatu skema dalam ingatannya untuk setiap stimulus yang teleha dialaminya pada masa lalu. Bila terdapat suatu stimilus, proses dua tahap menjadi aktif. Pertama , disusun hipotrsis – atau terkaan- tentang identitas stimulus, berdasarkan konteks dimana stimulus diberikan seta pengalaman lampau dan harapan pengamat.

Teori analisis dengn sintesis ini memandang persepsi sebagai proses kognitif yang aktif mengecek suatu suatu hipotesis lainnya sampai ditemukan yang sesuai dengan kenyataan , berbeda dengan pendekatan statik yang mengemukakan bahwa ciri fisik ditimbulkan secara mekanik dari masukan stimulus terlepas dari korteks dan kemudian hanya diolah untuk pengenalan.

Perhatian

Apa yang kita hayati tidak hanya tergantung pada stimulus tetapi juga pada proses kognitif yang merefleksikanminat,tujuan,dan harapan kita pada saat itu,pemusatan persepsi ini disebut perhatian.

Perhatian selektif. Walaupun tidak mamperhatikan tsimulus tertentu secara aktif, stimulus tersebut tetep terdaftar paling tidak sementara , dalam persepsi kita – meskipun mungkin kta tidak mengenalinnya.

Petunjuk Pemilihan Stimulus. kesimpulannya bahwa sistem saraf mestunya mempunyai semacam kesimpulan bahwa sistem saraf mestinya mempunyai semacam tempat dimana informasi sensorik yang masuk disimpan semantara dalam bentuk yang agak kasar dan teraanalisis.

Faktor yang menentukan stimulus mana yang akan terpilih sebagai perhatian ? beberapa ciri fisik stimulus yang pentinh adalah ; intensitas, ukuran, kontras, dan gerakan. Variabel internal tertentu seperti,motif ,harapan dan minat juga menentukan stimulus yang menarik perhatian.

Hubungan Fisiologis Perhatian . Reaksi fisiologis yang terjadi sebagai respon pada perubahan stimulus disekitarnya membentuk suatu pola yang ajag disebut refleks berorientasi yang terjadi pada manusia maupunmhewan sebagai respon pada setiap perubahan yang paling kecil sekalipun disekitar stimulus.

2 komentar:

  1. TERIMA KASIH TELAH MEMBUKA BOLG INI

    DAN MAAF BILA MASIH ADA KEKURANGAN

    BalasHapus